welcome

  Halaman Utama
  Profil
  Harga
  Fasilitas
  Lilacita
- Agro Tours
- Komoditi Agro
- Demontrasi Produk
        Tradisional
  Paket
  Penawaran Khusus
  Galeri
  Hubungi Kami

Lilacita - Demontrasi Produk Tradisional

Sebagai salah satu warisan budaya yang potensial, produk tradisional Bali, dikembangkan di kawasan agro ini. Temukan pengalaman unik dalam kunjungan Anda melihat sendiri proses pembuatan produk-produk tradisional Bali, mulai dari jajan Bali, pembuatan minyak kelapa, penyulingan arak, penggilingan kopi Bali dan lain-lain. Saksikan proses pembuatan ini di saung-saung Bagus Agro Pelaga. Berikut penjabarannya:

Pembuatan Minyak Kelapa (Nandusin)
   
Tahap 1 : Mengenal macam-macam kelapa. Ada banyak jenis kelapa di Bali yang beberapa contohnya disiapkan, misalnya: kelapa dalam, kelapa genjah, kelapa gading, kelapa hijau, dll.
Tahap 2 : Membuka buah kelapa dengan peralatan linggis atau blakas.
Tahap 3 : Memisahkan daging buah kelapa dari tempurungnya dengan menggunakan alat yang disebut penyeluhan
Tahap 4 : Mengupas dan memarut kelapa.
Tahap 5 : Membuat santan kelapa, mencampur kelapa parut dengan sedikit air kemudian diremas-remas dan disaring.
Tahap 6 : Santan dimasak sampai minyaknya muncul. Kemudian minyak yang muncul itu dipisahkan dari cairan sisa santan tadi dengan sendok panjang, kemudian ditempatkan pada wajan yang lain.
Tahap 7 : Minyak yang telah terkumpul dipanaskan kembali untuk menguapkan kandungan air yang tersisa sehingga diperoleh minyak goreng murni.

Pembuatan Kopi Bubuk
   
Tahap 1 : Memetik daun kopi.
Tahap 2 :

Mengenal jenis-jenis kopi.

Tahap 3 : Memilih biji kopi yang berkualitas terbaik.
Tahap 4 : Mengeringkan kopi dengan cara menjemur di terik matahari dan mengupas kulit ari dari biji-biji kopi tersebut.
Tahap 5 : Biji-biji kopi disangrai (dipanaskan di atas wajan tanpa minyak), di Bali disebut dengan menyahnyah dengan menggunakan wajan dari tanah liat.
Tahap 6 : Biji kopi kemudian ditumbuk.
Tahap 7 : Bubuk kopi disaring.
Tahap 8 :

Proses pengemasan.



Membuat Jajan Bali ‘Lak-Lak’
   
Tahap 1 : Santan dan tepung beras dicampur sampai rata dan siap untuk dipanggang.
Tahap 2 : Tuangkan adonan cair ke dalam cetakan kue lak-lak dan dipanggang di atas api sedang.
Tahap 3 : CBubuhi kelapa parut dan siram dengan sirup gula merah.
Tahap 4 : Jajan lak-lak siap dihidangkan kepada tamu.


Pembuatan Gula Aren
Tahap 1 : Menyadap sari pohon enau yang dinamakan tuak, dengan memanjat pohonnya menggunakan tangga bambu.
Tahap 2 : Membuat lau, cairan dari ragi, kulit pohon nangka dan air, yang berfungsi memberikan rasa manis dan aroma yang sedap pada gula aren. Kemudian lau tersebut dicampur dengan tuak.
Tahap 3 : Campuran tersebut dimasak selama 2,5 jam dan dicampurkan satu sendok makan minyak kelapa. Setelah 2,5 jam, tambahkan satu sendok makan gula pasir, aduk perlahan selama 5 menit.
Tahap 4 : Tempatkan cairan gula itu panas-panas ke dalam cetakan. Biasanya cetakan terbuat dari tempurung kelapa atau dari bambu.  Kemudian dilanjutkan dengan proses pengeringan.
Tahap 5 : Proses pengemasan. Biasanya dibungkus dengan kertas jagung.

Pembuatan Arak Bali
Tahap 1 : Tuak (sari pohon enau) dididihkan dengan api kecil selama tiga jam dalam kuali yang benar-benar tertutup yang antara tempat cairan yang telah tersuling dengan kuali tersebut dihubungkan dengan pipa yang pada ujung-ujung yang menghubungkannya dimampatkan dengan tanah liat agar tidak ada udara yang masuk.
Tahap 2 : Proses penyulingan yang memerlukan waktu panjang tersebut menjadikan tuak tadi menjadi arak. Siap untuk dikonsumsi.

 

Copyright © 2005 Bagus Discovery. All rights reserved.